Entah sudah berapa lama saya duduk dihadapan layar komputer ini, tanpa ada satupun kalimat yang terangkai. Sementara jam menunjukkan pukul 23.30 malam.

Ada sesuatu yang mengganjal di dalam pikiran, ingin rasanya saya tumpahkan untuk menjadikan suatu tulisan yang dapat dibaca tetapi sama seperti yang sudah-sudah, mungkin saya tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang penulis.(halah,, sopo jg yang mau jadi penulis)

Tapi tunggu dulu…bukankah saya pernah membaca,,bahwa dalam mencapai sesuatu atau meraih apa yang kita inginkan,, bakat hanyalah diperlukan satu persen saja!, yang sembilan puluh sembilan persen lagi terdiri dari kemauan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah?

Hmm…apakah mungkin otak bawah sadar saya mengatakan dan mensugesti bahwa saya tidak akan pernah bisa?, kalau begitu biarkanlah saya rubah pola pikir saya dan mulai mensugesti otak bawah sadar dengan kata BISA!.(klu sugesti-sugesti ini mah kata2nya Romi Rafael,,pinjam bentar ya bang Rom,,heheh),,, tatap monitor anda dalam2,,lalu dalam hitungan ketiga pejamkan mata anda,,dan katakan “AKU BISA”

Saya jadi teringat sebuah cerita, pada suatu musim dingin di sebuah sekolah dasar yang terletak di salah satu kota kecil negara bagian di Amerika sana, terdapatlah seorang anak lelaki yang juga merupakan murid pada sekolah itu, mendapat giliran tugas dari gurunya untuk meyalakan kayu bakar sebagai penghangat untuk ruang kelas.

Tetapi si anak tadi terlalu banyak menyalakan kayu bakar sehingga mengakibatkan bangunan sekolah tersebut habis terbakar pada pagi itu, tetapi kemudian anak lelaki tadi berhasil diselamatkan dengan penuh luka bakar di sekujur tubuhnya, kemudian dibawa ke rumah sakit dan ditempatkan di ruang ICU dengan keadaan koma.

Orang tua anak lelaki tersebut tentunya bersedih hati karena buah hati mereka harus terbaring tak berdaya dengan keadaan yang sangat mengenaskan. “Sepertinya anak ini tak akan mungkin dapat bertahan, mungkin ajalnya akan segera tiba,” kira-kira gitu deh yang dikatakan oleh dokter kepada kedua orang tuanya.

Dan tanpa disadari, antara sadar dan tidak, anak lelaki itu mendengar semua apa yang dikatakan oleh dokter. “ Tidaaaak…!, aku harus bias bertahan untuk hidup!” jerit anak itu keras didalam hatinya, sampai kemudian lewatlah masa kritis itu.

Perlahan-lahan kondisi kesehatannya berangsur membaik, tetapi dia harus menerima kenyataan dan duduk diatas kursi roda, karena apa yang telah menimpanya menjadikan ia lumpuh.

Hari demi hari pun berlalu, dengan kondisi seperti ini, kemauan untuk bisa berjalan secara normal kembali semakin keras tertanam dalam diri anak itu, ia coba untuk berdiri kemudian jatuh tersungkur dan kemudian ia bangkit lagi dan terjatuh lagi, begitulah terus setiap harinya dengan semangat pantang menyerah ia akan lakukan secara berulang-ulang. Dan ternyata perjuangan kerasnya membuahkan hasil, ia bisa berdiri kembali dan pada akhirnya bias berjalan kembali seperti sedia kala.

Sampai pada akhirnya anak lelaki itu telah duduk di bangku SMA dan kemudian ikut dalam klub olahraga atletik di sekolahnya.

Anak lelaki tersebut adalah Dr. Glen Cunningham, yang tak lain adalah pelari tercepat satu mil pada sebuah kejuaraan tingkat dunia.

Mudah2an bisa menjadi motivasi bagi kita semua yang membaca

dalam hitungan ketiga anda akan mulai mengantuk,,lalu anda akan tertidur dalam imajinasi yg membangkitkan semangat anda,,dan ketika terbangun nanti anda akan mempunyai semangat baru untuk menjadi sesuatu yg lebih baik

1..

2…

3…

met tidur,,

Iklan