Sungguh merupakan suatu anugerah bila kita diberikan sesuatu yang sangat kita butuhkan. Walau terkadang sesuatu yang diterima tersebut, ternyata juga merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh orang yang memberi.

Apakah kita akan merasa bahagia ketika menerima pemberian ini ?
Pada awalnya saya menjawab dengan keyakinan tinggi bahwa yang menerima tentu akan merasa bahagia. Namun semakin saya renungkan keyakinan tersebut semakin memudar.

Dalam perenungan saya, tergambar ada dua orang kakak beradik yang kekurangan, berjuang untuk mendapatkan makanan yang sangat berguna untuk mengusir kelelahan dan kelaparan yang senantiasa menghampiri.
Tidak jarang dua kakak beradik ini menambatkan harapannya kepada orang-orang yang lebih beruntung, untuk mengetuk nurani agar dapat mendapatkan sisa dari yang telah selesai dinikmatinya. Namun tidak jarang juga, harapan ini berakhir dengan keserahan.

Saya membayangkan pada suatu waktu, sang kakak yang telah menahan lapar seharian, mendapatkan sepotong roti yang masih segar. Namun sang adik tidak mendapatkan apa pun untuk dimakannya pada malam yang telah larut itu.

Bila ia memakan roti tersebut, maka adiknya akan tidur dalam keadaan menahan lapar yang menggerus dalam dinginnya malam.
Sang kakak yang sangat mengasihi adiknya, akhirnya memberikan sepotong roti tersebut kepada adiknya untuk dimakan…

Timbul pertanyaan dalam benak saya :

Apakah yang dirasakan oleh sang kakak ketika melihat adiknya makan, sedangkan dirinya harus kembali menahan lapar ?
Sepertinya saya dapat tersenyum dan menjawab bahwa sang kakak pasti merasakan kebahagian yang mengalahkan rasa laparnya.

Apakah yang dirasakan oleh sang adik ketika menerima pemberian tersebut, sedangkan kakaknya berkorban untuk menahan lapar ?

Sepertinya saya hanya terdiam dan menjawab bahwa sang adik mungkin merasakan kesedihan dalam setiap potongan roti yang dimakannya…

Iklan